Moments Entertainment
Moments Entertainment
Bikin Merinding! Ternyata Begini Proses BTS Menciptakan “ Into the Sun ”, Lagu Penutup ARIRANG yang Punya Makna Mengejutkan

Bikin Merinding! Ternyata Begini Proses BTS Menciptakan “ Into the Sun ”, Lagu Penutup ARIRANG yang Punya Makna Mengejutkan

Oleh Editor Moments7 September 20261 Menit Baca
129x Dilihat

“Into the Sun” merupakan lagu penutup album BTS ARIRANG yang lahir dari proses kreatif kolaboratif. V menjadi sumber ide awal lagu setelah mendapatkan melodi ketika sedang berjalan pulang seusai berolahraga, sebelum ide tersebut berkembang melalui sesi jam bersama sejumlah musisi dan produser.”

Bagikan:

Share ke media sosial dapatkan poin. Poin hanya diberikan jika share berhasil.

1. Siapa sebenarnya pencipta “Into the Sun”?

Kredit resmi yang telah dikoreksi BIGHIT mencantumkan:

Songwriters / composers:

Pdogg

  • Thomas Wesley Pentz — Diplo

  • Teezo Touchdown

  • Ki-An Dee Kambaran

  • Richard Cook Mears IV

  • Tyler Johnson

  • GHSTLOOP

  • SUGA

  • j-hope

  • Jimin

  • RM

  • V

    Database musik Korea Genie juga mencantumkan kelompok nama yang sama sebagai lyricists/composers.

    Jadi kalau pertanyaannya:

    “Siapa penciptanya?”

    Jawaban paling akurat adalah:

    BTS bersama tim songwriter/produser tersebut.

    Tetapi kalau pertanyaannya:

    “Siapa yang memulai ide lagu ini?”

    Di sini jawabannya jauh lebih spesifik:

    V.

    V sendiri menjelaskan bahwa ketika sedang berjalan pulang setelah berolahraga, sebuah tema/melodi tiba-tiba muncul di kepalanya. Ia langsung mencoba menyanyikannya. Respons orang-orang di studio positif dan mereka menyukai melodi tersebut. Dari situlah ide tersebut berkembang menjadi lagu terakhir ARIRANG.

    Jadi kita perlu membedakan:

    Originator → V
    Songwriters/composers → V + anggota BTS lain + kolaborator
    Producers → Pdogg, Diplo, Tyler Johnson, NITTI, GHSTLOOP


    2. Tetapi ada cerita yang lebih menarik: lagu ini lahir dari jam session

    Ini bagian yang menurut saya paling penting.

    Menurut wawancara Rolling Stone, “Into the Sun” berasal dari live-band jam session.

    Pdogg menjelaskan bahwa proses songwriting pada awalnya tidak berjalan terlalu mulus. Daripada memaksakan proses penulisan lagu secara formal, mereka memutuskan untuk berhenti terlalu serius dan bersenang-senang dengan musik.

    Kemudian:

    V mengambil microphone

  • Pdogg memainkan Moog bass

  • Tyler Johnson berada di drum

  • NITTI memainkan gitar

    Mereka kemudian melakukan jam session.

    Ini penting karena menjelaskan mengapa karakter musik “Into the Sun” terasa berbeda dari banyak lagu BTS lainnya.

    Ia terdengar seperti lagu yang ditemukan saat dimainkan, bukan lagu yang sepenuhnya dibangun dari blueprint.


    3. Lalu apa peran Jimin?

    Jimin bukan sekadar vocalist yang menyanyikan lagu tersebut.

    Ia juga masuk ke proses songwriting/composition.

    Salah satu cerita dari produser NITTI menjelaskan bahwa ketika proses awal berlangsung, ada bagian vokal yang kemudian berkembang menjadi hook.

    Sementara laporan dari sesi tersebut juga menunjukkan keterlibatan Jimin dalam pengembangan bagian melodis lagu.

    Kredit resmi memang mencantumkan:

    Jimin — songwriter/composer.

    Jadi pembacaan yang lebih tepat adalah:

    V memunculkan ide awal → jam session membangun musikalitas → Jimin dan para songwriter mengembangkan melodi/hook → rap section dikembangkan oleh SUGA → para produser membentuk sound final.

    Ini jauh lebih akurat daripada mengatakan:

    “V menulis Into the Sun sendirian.”

    Itu tidak benar berdasarkan kredit resmi.


    4. Bahkan SUGA menulis bagian rap di luar studio

    Ini salah satu detail terbaik dari proses pembuatan lagu.

    SUGA mengatakan kepada Rolling Stone bahwa ia menulis bagian rap di teras rumah tempat mereka tinggal selama songwriting camp di Los Angeles.

    Ia bahkan mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak membayangkan bisa bekerja pada lagu di luar studio.

    Intinya:

    untuk menulis rap, ia hanya membutuhkan notebook dan pena.

    Ini menarik karena ARIRANG memang dibuat melalui songwriting camp BTS di Los Angeles, ketika ketujuh anggota kembali tinggal dan bekerja bersama setelah periode wajib militer mereka.

    Korea Times juga mencatat bahwa para anggota tinggal bersama, makan bersama, dan bekerja bersama dalam sesi Los Angeles tersebut.


    5. Kenapa V menciptakan lagu ini?

    Di sinilah kita harus hati-hati.

    Tidak ada bukti bahwa V mengatakan secara eksplisit:

    “Saya membuat lagu ini khusus untuk ARMY.”

    Jadi klaim seperti itu harus diperlakukan sebagai interpretasi, bukan fakta.

    Tetapi ada bukti kuat mengenai gagasan emosional lagu.

    Deskripsi resmi Melon untuk track 14 menyebut lagu ini sebagai:

    sebuah pengakuan untuk berlari menuju seseorang, yang digambarkan melalui perjalanan menuju matahari.

    Konsepnya:

    seseorang memanggil → aku datang
    malam datang → kita menunggu fajar
    lalu bersama-sama menuju matahari.

    Melon secara eksplisit menjelaskan bahwa lagu tersebut menggambarkan tekad untuk datang kapan pun seseorang memanggil dan janji untuk menyambut fajar bersama.


    6. Dan ini menjelaskan judulnya: “Into the Sun”

    “Sun” bukan sekadar matahari secara literal.

    Secara konseptual, matahari menjadi:

    arah.

    Bukan tujuan yang sudah dicapai.

    Perhatikan konsepnya:

    Darkness → Dawn → Sun

    Bukan:

    Darkness → Sun

    Ada satu tahap penting di tengah:

    DAWN.

    Fajar adalah periode transisi.

    Malam belum sepenuhnya hilang.

    Matahari belum sepenuhnya muncul.

    Tetapi kita sudah tahu bahwa malam akan berakhir.

    Itulah mengapa kata “dawn” menjadi sangat penting dalam lagu ini.


    7. Bedah lirik: “You call, I run”

    Hook lagu sangat sederhana:

    “You call, I run.”

    Justru kesederhanaannya yang membuatnya kuat.

    Secara naratif:

    YOU → CALL

    dan

    I → RUN

    Subjek pertama melakukan satu hal yang sangat sederhana:

    memanggil.

    Subjek kedua melakukan tindakan yang jauh lebih besar:

    berlari.

    Artinya, hubungan dalam lagu ini tidak dibangun dari transaksi.

    Tidak ada:

    “Jika kamu melakukan X, aku akan melakukan Y.”

    Yang ada:

    “Kalau kamu memanggil, aku datang.”

    Ini adalah bentuk devotion.

    Dan ketika digabungkan dengan:

    “I’ll follow you into the sun”

    komitmennya menjadi lebih besar.

    Bukan:

    “Aku akan menunggu kamu sampai matahari terbit.”

    Tetapi:

    “Aku akan mengikutimu menuju matahari.”


    8. “Dark days” bukan sekadar malam

    Bagian:

    “Dark days / And find the sun”

    bisa dibaca pada beberapa level.

    Level pertama — romantis

    Seseorang sedang melalui masa sulit dan narrator berjanji menemani.

    Level kedua — psikologis

    “Dark days” adalah periode kebingungan, kesepian, kehilangan atau ketakutan.

    Level ketiga — BTS

    Di sini konteks album menjadi sangat penting.

    ARIRANG adalah album comeback penuh BTS setelah seluruh anggota menyelesaikan kewajiban militer.

    AP menggambarkan album tersebut sebagai reintroduction BTS setelah hampir empat tahun dan sebagai proyek yang mempertemukan identitas Korea dengan ambisi global.

    Karena itu, “dark days” dapat dibaca sebagai masa jeda/ketidakhadiran, meskipun BTS tidak secara resmi mengatakan bahwa seluruh lagu tersebut adalah metafora wajib militer.

    Ini perbedaan antara:

    interpretasi yang masuk akal

    dan

    fakta yang dikonfirmasi artis.


    9. Bagian Korea-nya justru jauh lebih dalam

    Salah satu bagian paling menarik muncul pada verse Korea.

    Ada gambaran:

    angin ketika matahari terbenam

  • temperatur ketika matahari terbit

  • cahaya dari malam menuju pagi

  • ambang kegelapan

  • menunggu sampai fajar

  • menjaga seseorang sampai pagi.

    Ini membuat lagu tidak terasa seperti:

    “I love you.”

    Melainkan:

    “Aku akan menemanimu melewati malam.”

    Itu jauh lebih dewasa.


    10. “24, 24 / 7 feel like 24”

    Bagian ini menarik secara psikologis.

    Angka:

    24/7

    biasanya berarti:

    terus-menerus.

    Tetapi lagu kemudian bermain dengan konsep waktu.

    24 jam terasa seperti 24 jam penuh ketika seseorang sedang berusaha mencapai sesuatu yang jauh.

    Kemudian muncul gagasan:

    berlari menuju matahari tetapi matahari tidak semakin dekat.

    Ini penting.

    Karena lagu tidak menjanjikan bahwa perjalanan akan cepat.

    Justru sebaliknya.

    Ia mengakui:

    kamu mungkin sudah berlari sejauh mungkin, tetapi tujuan tetap terasa jauh.

    Namun kemudian datang:

    “Don't be afraid.”

    Dan:

    “It's only temporary.”

    Pesannya:

    jangan salah mengartikan jarak sebagai kegagalan.


    11. Ini bukan lagu “victory”; ini lagu “persistence”

    Ini menurut saya adalah inti terbesar lagu.

    Banyak lagu comeback menggunakan struktur:

    We suffered → now we won.

    “Into the Sun” tidak begitu.

    Strukturnya lebih seperti:

    We are still in the dark → keep moving → dawn will come.

    Itu jauh lebih manusiawi.

    Matahari bukan hadiah.

    Matahari adalah arah yang terus dikejar.


    12. Bagian paling misterius: “개와 늑대의 시간”

    Ada satu frase Korea yang sangat penting:

    개와 늑대의 시간

    Secara harfiah:

    “waktu anjing dan serigala.”

    Ini merujuk pada periode senja, ketika cahaya sudah redup sehingga dari kejauhan seseorang sulit membedakan apakah yang terlihat adalah anjing atau serigala.

    Secara simbolis, ini adalah:

    liminal space.

    Sebuah keadaan di antara dua dunia.

    Tidak sepenuhnya siang.

    Tidak sepenuhnya malam.

    Dan ini sangat cocok dengan posisi “Into the Sun” dalam album.

    Karena BTS sendiri berada pada posisi transisi:

    BTS lama → BTS 2.0

    military hiatus → comeback

    masa lalu → masa depan

    malam → fajar


    13. “Broken beasts' compass”

    Kemudian gambaran menjadi jauh lebih liar.

    Ada konsep tentang:

    kompas makhluk-makhluk yang terluka/rusak.

    Ini bukan bahasa pop romantis biasa.

    Ini menggambarkan manusia yang:

    terluka tetapi masih mencari arah.

    Jadi jangan membaca “Into the Sun” sebagai lagu cinta yang sederhana.

    Ada elemen:

    survival.


    14. “Our refuge”

    Ada juga gagasan tentang:

    tempat perlindungan kita.

    Ini membuat hubungan dalam lagu bukan cuma:

    “I love you.”

    Tetapi:

    “Kita adalah tempat aman satu sama lain.”

    Dan di sinilah interpretasi ARMY → BTS menjadi sangat kuat.

    Karena hubungan BTS dan ARMY selama bertahun-tahun memang sering menggunakan konsep:

    saling menjadi tempat pulang.

    Tetapi sekali lagi:

    ini adalah interpretasi, bukan pernyataan resmi bahwa seluruh lagu secara eksklusif ditujukan kepada ARMY.


    15. “I want to go home / where you are”

    Ini mungkin salah satu kalimat paling penting secara tematik.

    Home tidak didefinisikan sebagai:

    rumah fisik.

    Home didefinisikan sebagai:

    tempat seseorang berada.

    Dengan demikian:

    home = you

    Dan ini membuat ending lagu menjadi jauh lebih emosional.

    Karena jika:

    you = home

    maka:

    following you into the sun = going home.


    16. Kenapa “Into the Sun” terdengar seperti lagu spiritual?

    Karena imagery-nya sangat universal:

    darkness → dawn → light → sun

    Ini muncul dalam banyak tradisi spiritual dan sastra.

    Tetapi saya tidak menemukan bukti kuat bahwa BTS menyatakan lagu tersebut sebagai lagu agama atau lagu Kristen.

    Jadi saya tidak akan mengatakan “lagu ini tentang Tuhan/Yesus” sebagai fakta.

    Interpretasi spiritual sangat mungkin.

    Tetapi secara editorial harus disebut:

    spiritual reading / interpretive reading.

    Bukan:

    confirmed meaning.


    17. Struktur musiknya juga mendukung cerita tersebut

    Secara data, lagu berdurasi sekitar 3:48, berada di sekitar 99–100 BPM, dalam F major menurut database musik yang tersedia. Chord transcription yang tersedia menunjukkan pusat harmoni F–Gm7–Am7–Bb, sebuah gerakan yang memberi kesan naik/terbuka.

    Dan ini penting.

    Perhatikan progresinya:

    F → Gm7 → Am7 → Bb

    Secara sederhana, ia bergerak:

    I → ii → iii → IV

    Ada sensasi ascending movement.

    Jadi secara musikal pun lagu terasa seperti:

    bergerak ke depan.

    Tidak agresif.

    Tidak seperti anthem stadion yang langsung meledak.

    Tetapi seperti seseorang yang perlahan-lahan berjalan menuju cahaya.


    18. Mengapa sound-nya terasa seperti live band?

    Karena memang berasal dari jam session.

    Melon mengkategorikannya sebagai acoustic-based soul pop rock, dengan groove yang longgar dan nuansa jam-band.

    Ini sangat berbeda dari:

    “FYA” → Jersey club

  • “Hooligan” → hip-hop/trap

  • “SWIM” → pop/R&B

  • “Merry Go Round” → psychedelic pop

    Lalu album tiba-tiba ditutup dengan:

    acoustic / soul / pop / rock

    Ini bukan kebetulan.


    19. Kenapa vocoder digunakan?

    Ini salah satu aspek produksi yang paling kontroversial.

    Vocoder sangat terdengar pada bagian awal lagu.

    Pitchfork secara khusus menyebut vokal “Into the Sun” sebagai vocoder-drenched, sementara The Guardian menggambarkan efek vokal tersebut sebagai bagian dari karakter lagu yang lebih robotik/haunting.

    Tetapi jangan langsung menyebutnya:

    “Autotune.”

    Itu tidak presisi.

    Vocoder adalah proses yang berbeda.

    Vocoder mengambil karakter suara manusia dan menggunakannya untuk mengontrol/memodulasi komponen harmonik lainnya.

    Hasilnya:

    manusia + mesin.

    Dan menurut saya, justru di sinilah produksi lagu menjadi menarik.


    20. Vocoder = manusia yang masih mencari bentuknya

    Di awal lagu:

    suara manusia terdengar tidak sepenuhnya natural.

    Kemudian sepanjang lagu, suara manusia menjadi semakin jelas.

    Ini menghasilkan pembacaan artistik:

    distance → connection

    machine → human

    guarded → vulnerable

    darkness → light

    Saya tidak menemukan pernyataan resmi BTS yang mengatakan:

    “Vocoder melambangkan X.”

    Jadi ini adalah analisis musikal, bukan fakta produksi yang dikonfirmasi.

    Tetapi secara dramaturgi audio, interpretasi tersebut sangat kuat.


    21. Dan lihat bagaimana lagu berakhir

    Ini mungkin bagian paling genius.

    Di awal:

    processed vocals

    Di akhir:

    all seven members

    Dan mereka mengulang:

    “I'll follow you into the sun.”

    Jadi album tidak berakhir dengan solo member.

    Tidak berakhir dengan rap.

    Tidak berakhir dengan production gimmick.

    Tidak berakhir dengan high note.

    Ia berakhir dengan:

    OT7.


    22. Ini sangat cocok dengan konsep “BTS 2.0”

    RM menjelaskan bahwa BTS 2.0 berkaitan dengan menjadi tujuh kembali dan bergerak maju.

    Sekarang hubungkan:

    V menemukan ide

    ↓

    Jimin ikut mengembangkan

    ↓

    SUGA menulis rap

    ↓

    Pdogg + Tyler + NITTI + Diplo + GHSTLOOP membangun produksi

    ↓

    7 member menyanyikan final

    ↓

    “I'll follow you into the sun.”

    Secara simbolik:

    individual inspiration → collective creation → seven voices.

    Itu sangat BTS.


    23. Kenapa lagu ini ditempatkan sebagai track terakhir?

    Ini bukan kebetulan.

    Melon secara resmi menjelaskan bahwa “Into the Sun” adalah track terakhir album dan menggambarkan janji untuk datang ketika dipanggil serta menyambut fajar bersama.

    RM bahkan menjelaskan dalam pembahasan album bahwa lagu tersebut:

    memiliki rentang emosi yang luas,

  • terdengar modern tetapi tetap memiliki “rasa BTS”,

  • memiliki hook yang mudah dinyanyikan bersama,

  • dan merupakan lagu yang sangat tepat untuk mengakhiri album.

    Itu penting.

    Karena “Into the Sun” bukan sekadar:

    last track.

    Ia adalah:

    emotional resolution.


    24. Bahkan RM membayangkan visualnya sebagai tujuh orang menuju sunset

    Ini bagian yang sangat kuat.

    RM menggambarkan pengalaman menyanyikan lagu ini di konser:

    tujuh orang berjalan menuju sunset, sementara di depan mereka ada lautan ARMY Bomb dari sekitar 50.000–60.000 orang dan wajah-wajah penonton yang terlihat jelas.

    Ia menyebut momen tersebut sebagai salah satu hal yang paling ia nantikan dalam konser.

    Dan sekarang kita bisa melihat mengapa lagu ini bekerja sangat baik sebagai penutup konser.

    Karena lagu tersebut secara visual sudah memiliki storyboard:

    7 members → sunset → ARMY → light → final promise.


    25. Jadi apakah “Into the Sun” sebenarnya lagu tentang ARMY?

    Jawaban saya:

    Kemungkinan besar bisa dibaca demikian, tetapi tidak boleh disebut sebagai fakta eksklusif.

    Ada tiga pembacaan yang sama-sama valid:

    A. Romantic interpretation

    Seseorang berjanji menemani orang yang dicintai melalui masa sulit.

    B. BTS interpretation

    Ketujuh anggota kembali bersama setelah periode panjang dan bergerak menuju fase baru.

    C. BTS ↔ ARMY interpretation

    ARMY memanggil → BTS datang.

    BTS pergi melalui masa gelap → kembali ke panggung.

    Dan akhirnya:

    “I'll follow you into the sun.”

    Pembacaan C menjadi semakin kuat ketika melihat bagaimana RM sendiri menggambarkan lagu tersebut dalam konteks konser dan lautan ARMY Bomb.


    26. Tetapi ada satu fakta yang menurut saya sangat menarik

    V sendiri awalnya tidak yakin lagu ini akan masuk album.

    Sebuah analisis yang merujuk pada pembahasan behind-the-scenes menyebut V awalnya khawatir lagu tersebut tidak cocok dengan vibe keseluruhan ARIRANG.

    Ini masuk akal.

    Bayangkan struktur album:

    Hooligan
    Aliens
    FYA
    2.0
    SWIM
    Merry Go Round
    NORMAL
    Like Animals
    ...

    Lalu tiba-tiba:

    “Into the Sun”

    Sebuah lagu yang jauh lebih longgar, organik dan spiritual.

    Tetapi justru karena perbedaan itulah ia bekerja sebagai closing track.


    27. Kontradiksi “siapa yang menciptakan” akhirnya menjadi jelas

    Kita sekarang punya beberapa sumber yang terlihat berbeda:

    V:

    Saya mendapat ide saat pulang olahraga.

    Pdogg:

    Kami melakukan jam session; V mengambil mic.

    NITTI:

    Mereka melakukan jam session sekitar 20 menit.

    SUGA:

    Saya menulis bagian rap di teras.

    Kredit resmi:

    Banyak songwriter/composer terlibat.

    Sebenarnya semuanya tidak bertentangan.

    Mereka menjelaskan tahap berbeda dari proses penciptaan.


    28. Timeline penciptaannya

    Kalau direkonstruksi dari sumber-sumber tersebut:

    1. V mendapatkan inspirasi
    ↓
    2. V membawa melodi/tema awal
    ↓
    3. Pdogg, Tyler Johnson, NITTI dan lainnya melakukan jam session
    ↓
    4. V menggunakan microphone/vocoder
    ↓
    5. Guitar + Moog bass + drums membentuk fondasi
    ↓
    6. Jimin dan kolaborator mengembangkan hook/melodi
    ↓
    7. SUGA menambahkan rap
    ↓
    8. RM, j-hope dan member lain masuk dalam songwriting credits
    ↓
    9. Diplo, Pdogg, Tyler Johnson, NITTI dan GHSTLOOP membentuk produksi final
    ↓
    10. Lagu menjadi track penutup ARIRANG

    Ini jauh lebih dekat dengan bukti yang tersedia daripada narasi sederhana “V menulis lagu tersebut.”


    29. Fakta paling mengejutkan: lagu ini kabarnya dibuat sangat cepat

    Menurut pernyataan Diplo yang dikutip dari pembahasan Billboard News, ketika ia tiba, Tyler sedang memainkan guitar line dan Jimin sudah berada di sana.

    Mereka menemukan hook dan kemudian mengembangkan ide bersama V, Jimin, Teezo dan Kaien.

    Diplo menggambarkan proses tersebut sebagai sesuatu yang terjadi sangat cepat—sekitar 20 menit untuk ide awalnya.

    Namun perlu dibedakan:

    20 menit = penciptaan inti/ide awal

    bukan berarti:

    20 menit = seluruh lagu final selesai dan siap dirilis.

    Produksi, recording, arrangement, editing, mixing, mastering, vocal production, dan revisi tentu merupakan proses terpisah.


    30. Kesimpulan saya setelah membedahnya

    Kalau saya harus menjelaskan “Into the Sun” dalam satu kalimat, saya akan mengatakan:

    Ini adalah lagu tentang memilih untuk tetap berjalan bersama seseorang melewati wilayah abu-abu kehidupan—bukan karena kita tahu kapan matahari akan muncul, tetapi karena kita percaya bahwa fajar akan datang.

    Dan untuk BTS, lagu tersebut mendapatkan lapisan kedua:

    tujuh orang yang telah melewati periode panjang secara terpisah akhirnya kembali berjalan ke arah yang sama.

    Dan untuk ARMY:

    ketika kalian memanggil, BTS datang.

    Itulah kenapa kalimat:

    “You call, I run.”

    jauh lebih penting daripada sekadar hook.

    Dan ketika lagu akhirnya berubah menjadi:

    “I'll follow you into the sun.”

    itu terdengar seperti janji, bukan sekadar chorus.

    Komentar Pilihan

    0 Komentar

    Masuk untuk ikut berdiskusi dan menggunakan stiker keren.