
Kisah Sedih Perjuangan SUGA BTS: Bekerja Sebagai Kurir Demi Bertahan Hidup (Part 4)
“Demi bertahan hidup di Seoul, Min Yoongi bekerja paruh waktu sebagai kurir sambil menjalani latihan sebagai trainee. Rutinitas yang melelahkan akhirnya membawanya pada sebuah kecelakaan yang mengubah perjalanan hidupnya.”
Share ke media sosial dapatkan poin. Poin hanya diberikan jika share berhasil.
Di balik impian besarnya menjadi musisi, Min Yoongi harus menghadapi kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan. Kehidupan sebagai trainee di Seoul menuntut pengorbanan yang jauh lebih besar daripada sekadar berlatih setiap hari.
Latihan yang padat memang menguras tenaga, tetapi persoalan terbesar adalah bagaimana ia bisa bertahan hidup di kota dengan biaya hidup yang tinggi. Penghasilan sebagai trainee hampir tidak ada, sementara kebutuhan sehari-hari tidak bisa dihentikan.
Di tengah kondisi itulah, Yoongi memutuskan mencari pekerjaan paruh waktu. Keputusan tersebut bukan hanya untuk mendapatkan uang, tetapi juga agar mimpinya tidak berhenti di tengah jalan.
Hidup yang Harus Terus Berjalan
Menjadi trainee berarti sebagian besar waktunya dihabiskan di ruang latihan dan studio. Namun, ketika latihan selesai, kehidupan nyata kembali menunggu.
Tagihan, makan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi.
Bagi Yoongi, meminta uang kepada keluarga bukanlah pilihan yang mudah. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil ketika meninggalkan Daegu.
Karena itulah, ia mulai mencari pekerjaan yang bisa dijalani di sela-sela jadwal latihan.
Menjadi Kurir Pengantar
Salah satu pekerjaan yang akhirnya dijalani Yoongi adalah menjadi kurir pengantar.
Pekerjaan tersebut mengharuskannya berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu yang terbatas. Ia harus menyelesaikan pengantaran secepat mungkin agar dapat kembali menjalani latihan sebagai trainee.
Hari-harinya menjadi semakin panjang.
Pagi hingga sore dipenuhi latihan.
Sisa waktunya digunakan untuk bekerja.
Malam hari sering kali masih dihabiskan di studio musik.
Waktu istirahat menjadi kemewahan yang jarang ia rasakan.
Tubuh yang Semakin Lelah
Rutinitas yang begitu padat perlahan menguras kondisi fisiknya.
Kurang tidur menjadi hal yang biasa.
Ia tetap memaksakan diri datang ke ruang latihan meski tubuhnya kelelahan.
Bagi Yoongi, berhenti bukanlah pilihan.
Ia percaya bahwa kesempatan yang dimiliki saat itu mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Karena itulah, ia memilih terus melangkah meski harus mengorbankan kesehatan dan waktu istirahatnya.
Tidak Pernah Mengeluh
Orang-orang di sekitarnya mengenal Yoongi sebagai pribadi yang cenderung pendiam.
Ia lebih sering menyimpan kesulitan yang dialaminya daripada menceritakannya kepada orang lain.
Di balik sikap tenangnya, ia sedang memikul beban yang besar.
Ia harus menjadi trainee yang terus berkembang, sekaligus pekerja paruh waktu yang mencari nafkah agar tetap bisa bertahan hidup di Seoul.
Semua itu dijalani tanpa banyak keluhan.
Musik Tetap Menjadi Prioritas
Meskipun harus bekerja, Yoongi tidak pernah melupakan alasan utama mengapa ia datang ke Seoul.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia tetap menyempatkan diri membuat musik.
Studio menjadi tempat yang selalu ia datangi ketika memiliki waktu luang.
Di sana ia terus belajar menciptakan beat, menyusun aransemen, dan menulis lirik.
Kelelahan fisik tidak pernah memadamkan semangatnya untuk terus berkarya.
Sebuah Hari yang Mengubah Segalanya
Di tengah kesibukan sebagai kurir, tidak ada yang menyangka bahwa sebuah kejadian akan mengubah hidup Yoongi selamanya.
Saat menjalankan pekerjaannya, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera serius pada bagian bahunya.
Peristiwa itu bukan hanya menimbulkan rasa sakit secara fisik.
Cedera tersebut kemudian menjadi beban yang harus ia tanggung selama bertahun-tahun, bahkan ketika BTS telah menjadi grup musik kelas dunia.
Namun, pada saat kecelakaan itu terjadi, Yoongi belum mengetahui bahwa dampaknya akan berlangsung begitu lama.
Tetap Memilih Bertahan
Cedera yang dialami tidak langsung membuatnya menyerah.
Sebaliknya, ia justru berusaha tetap menjalani latihan dan mempertahankan mimpinya.
Di dalam pikirannya hanya ada satu tujuan.
Ia tidak ingin kehilangan kesempatan debut setelah mengorbankan begitu banyak hal.
Keputusan itu kelak menjadi salah satu pengorbanan terbesar dalam perjalanan hidupnya.
Penutup Part 4
Bekerja sebagai kurir adalah pilihan yang diambil Min Yoongi agar tetap bisa mengejar impiannya menjadi musisi. Namun, pekerjaan tersebut justru membawanya pada sebuah kecelakaan yang mengubah hidupnya.
Pada bagian berikutnya, kisah akan berlanjut ke detik-detik kecelakaan yang menyebabkan cedera bahu serius. Luka itu tidak hanya meninggalkan rasa sakit, tetapi juga menjadi rahasia yang disimpan Yoongi selama bertahun-tahun demi mempertahankan mimpinya bersama BTS.

Komentar Pilihan
Masuk untuk ikut berdiskusi dan menggunakan stiker keren.