
Motel di Korea Patok Tarif hingga Rp7 Juta Jelang Konser BTS, Pemerintah Kini Terapkan Sanksi Tegas
“Tarif motel di Korea Selatan sempat melonjak hingga 600.000 won menjelang konser BTS di Busan. Pemerintah kini menerapkan sanksi tegas untuk praktik penetapan harga berlebihan.”
Share ke media sosial dapatkan poin. Poin hanya diberikan jika share berhasil.
Pemerintah Korea Selatan akhirnya mengambil langkah tegas terhadap praktik kenaikan harga akomodasi yang tidak wajar menjelang konser dan festival besar. Kebijakan baru ini muncul setelah sejumlah motel di Busan dilaporkan mematok tarif hingga 600.000 won atau sekitar Rp7 juta per malam saat konser BTS World Tour ARIRANG IN Busan berlangsung.
Fenomena lonjakan harga penginapan ini kembali memicu kemarahan publik dan para penggemar yang datang dari berbagai negara untuk menghadiri konser grup global tersebut. Banyak pihak menilai praktik tersebut merugikan wisatawan sekaligus mencoreng citra industri pariwisata Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan Perketat Aturan Tarif Penginapan
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan mengumumkan pada 13 Juli bahwa amandemen terhadap Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Pengelolaan Kesehatan Masyarakat akan mulai berlaku pada 14 Juli 2026.
Melalui aturan baru ini, pemerintah akan memberikan sanksi lebih berat kepada penyedia akomodasi yang:
Tidak mencantumkan tarif kamar secara jelas.
Menagih harga lebih tinggi dari tarif yang ditampilkan.
Mengubah harga secara sepihak saat proses pembayaran.
Menaikkan tarif secara berlebihan selama acara besar berlangsung.
Sebelumnya, pelanggaran semacam ini hanya dikenai teguran atau perintah perbaikan sehingga dianggap tidak memberikan efek jera.
Tarif Motel di Busan Sempat Melonjak Drastis
Kontroversi bermula ketika sejumlah motel di sekitar lokasi konser BTS di Busan diketahui menaikkan tarif kamar hingga beberapa kali lipat dari harga normal.
Bahkan, beberapa laporan menyebutkan harga kamar harian di sejumlah motel mencapai 600.000 won, angka yang jauh di atas tarif biasanya.
Selain itu, beberapa pengunjung juga mengaku diminta membayar biaya tambahan ketika tiba di lokasi, meskipun sebelumnya telah melakukan pemesanan secara online dengan harga yang berbeda.
Kasus serupa sebenarnya telah beberapa kali terjadi setiap kali Korea Selatan menjadi tuan rumah konser berskala besar, festival budaya, maupun acara olahraga internasional.
Sanksi Baru: Penangguhan Usaha Sejak Pelanggaran Pertama
Pemerintah kini menerapkan sistem hukuman yang lebih tegas bagi pelaku usaha penginapan yang melanggar aturan.
Rincian Sanksi Baru
Jumlah PelanggaranSanksiPelanggaran pertama
Penangguhan usaha 5 hari
Pelanggaran keduaPenangguhan usaha 10 hari
Pelanggaran ketigaPenangguhan usaha 20 hari
Pelanggaran keempatPenutupan usaha
Aturan ini berlaku untuk seluruh jenis akomodasi, termasuk:
Hotel
Motel
Penginapan
Guest house
Tempat usaha serupa
Aturan Juga Berlaku untuk Pemesanan Online
Pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap tarif yang dipasang secara langsung di lokasi, tetapi juga pada sistem pemesanan digital.
Penyedia akomodasi yang beroperasi melalui:
Situs web resmi,
Aplikasi pemesanan,
Platform online pihak ketiga,
wajib menampilkan tarif secara transparan. Jika harga yang ditagihkan kepada pelanggan lebih tinggi dibandingkan harga yang tertera secara online, maka pelaku usaha dapat dikenakan sanksi yang sama.
Namun, pemerintah memberikan pengecualian terhadap kasus yang terjadi akibat kesalahan sistem atau gangguan teknis di luar kendali penyedia akomodasi.
Langkah untuk Mencegah Praktik Harga Tidak Wajar
Revisi aturan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah Korea Selatan yang diumumkan pada Februari lalu untuk memberantas praktik penetapan harga berlebihan selama penyelenggaraan acara besar.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan berencana terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku industri perhotelan guna memastikan tarif akomodasi tetap transparan dan wajar.
Direktur Jenderal Biro Kebijakan Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Kim Han-sook, menyatakan bahwa pemerintah akan memperkuat efektivitas sanksi agar praktik penetapan harga yang merugikan konsumen tidak terulang kembali.
Dampak bagi Penggemar dan Industri Pariwisata
Kasus melonjaknya tarif motel saat konser BTS kembali menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan oleh sebuah konser K-Pop berskala global. Kehadiran ribuan penggemar dari berbagai negara memang mampu mendorong sektor pariwisata, namun di sisi lain juga membuka peluang munculnya praktik bisnis yang merugikan konsumen.
Dengan diberlakukannya aturan baru ini, pemerintah Korea Selatan berharap wisatawan domestik maupun internasional dapat menikmati berbagai acara besar tanpa harus khawatir menghadapi lonjakan harga akomodasi yang tidak masuk akal.
FAQ
Mengapa harga motel di Busan naik saat konser BTS?
Karena tingginya permintaan kamar dari penggemar yang datang untuk menghadiri konser BTS World Tour ARIRANG IN Busan.
Berapa tarif motel tertinggi yang dilaporkan?
Beberapa motel dilaporkan mematok tarif hingga 600.000 won atau sekitar Rp7 juta per malam.
Apa sanksi bagi penginapan yang menaikkan harga secara tidak wajar?
Pelanggaran pertama akan dikenai penangguhan usaha selama lima hari dan dapat berujung pada penutupan usaha jika terus berulang.
Apakah aturan baru berlaku untuk pemesanan online?
Ya. Tarif yang ditampilkan di situs web atau aplikasi pemesanan harus sesuai dengan harga yang ditagihkan kepada pelanggan.
Kapan aturan baru ini mulai berlaku?
Aturan tersebut mulai diterapkan pada 14 Juli 2026.
BTS, BTS Busan, konser BTS, motel Korea, harga hotel Korea, ARIRANG in Busan, HYBE, Korea Selatan, penginapan Korea, KPop News.


Komentar Pilihan
Masuk untuk ikut berdiskusi dan menggunakan stiker keren.