
BTS ARIRANG Mengguncang Los Angeles! 4 Malam di SoFi Stadium Penuh Momen Gila, Ulang Tahun Jungkook hingga Kejutan ARMY
“BTS menutup rangkaian konser Los Angeles dalam World Tour ARIRANG dengan empat pertunjukan di SoFi Stadium pada 1, 2, 5, dan 6 September 2026. Kembalinya BTS ke Los Angeles menjadi salah satu pemberhentian paling simbolis dalam tur ini karena berlangsung hampir lima tahun setelah konser mereka di So”
Share ke media sosial dapatkan poin. Poin hanya diberikan jika share berhasil.
LOS ANGELES — BTS kembali membuat Los Angeles menjadi salah satu pusat perhatian dunia. Melalui BTS WORLD TOUR ‘ARIRANG’, RM, Jin, SUGA, j-hope, Jimin, V, dan Jung Kook menggelar empat konser di SoFi Stadium, Inglewood, pada 1, 2, 5, dan 6 September 2026.
Namun, rangkaian konser ini jauh lebih besar daripada sekadar empat pertunjukan musik.
Hampir lima tahun setelah penampilan BTS di SoFi Stadium pada era Permission to Dance On Stage – LA, ketujuh anggota kembali ke kota yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan khusus dengan perjalanan karier mereka.
Dan kali ini, Los Angeles bahkan secara resmi menetapkan 1–8 September sebagai “BTS Week.”
Los Angeles Berubah Menjadi “BTS Week”
Sebelum BTS naik ke atas panggung, atmosfer Los Angeles sudah terasa berbeda.
Pemerintah kota menetapkan periode 1–8 September sebagai BTS Week untuk memperingati kedatangan BTS dan rangkaian konser ARIRANG di SoFi Stadium.
City Hall Los Angeles juga diterangi warna merah sebagai bagian dari penyambutan tersebut. Sebuah seremoni resmi turut digelar di City Hall pada 31 Agustus, menegaskan pengaruh BTS terhadap budaya global dan hubungan mereka dengan kota Los Angeles.
Ini membuat konser BTS di Los Angeles terasa seperti sebuah peristiwa budaya, bukan hanya agenda tur musik.
Empat pertunjukan tersebut juga menjadi kota terakhir dalam rangkaian tur BTS di Amerika Utara sebelum perjalanan ARIRANG berlanjut ke wilayah berikutnya.
Malam Pertama: Jungkook Merayakan Ulang Tahun ke-29 di Atas Panggung
Ada alasan khusus mengapa 1 September 2026 menjadi tanggal yang sangat sulit dilupakan ARMY.
Tanggal tersebut bertepatan dengan ulang tahun Jungkook yang ke-29.
Alih-alih merayakannya secara pribadi, Jungkook justru menghabiskan hari ulang tahunnya di atas panggung bersama enam anggota BTS dan puluhan ribu ARMY.
Momen ulang tahun itu kemudian berubah menjadi salah satu bagian paling emosional dari konser.
Para member memberikan kejutan kepada Jungkook dan ARMY ikut mengambil bagian dalam perayaan tersebut. Salah satu visual paling mencolok datang dari fan project ketika cahaya keemasan memenuhi stadion.
Jungkook kemudian merespons pemandangan tersebut dengan mengaitkannya dengan era Golden-nya dan berterima kasih kepada ARMY yang merayakan ulang tahunnya bersama dirinya.
Menariknya, SoFi Stadium memang memiliki sejarah khusus dengan ulang tahun member BTS.
Pada 2021, Jin juga pernah merayakan ulang tahun ke-29 di venue yang sama ketika BTS menggelar Permission to Dance On Stage – LA.
Sehingga, bagi ARMY, kejadian tahun 2026 tersebut terasa seperti sebuah lingkaran sejarah yang kembali terbuka.
“Golden” SoFi Stadium: Fan Project yang Membuat Jungkook Terdiam
Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dari malam pembuka adalah perubahan suasana stadion menjadi lautan cahaya keemasan.
ARMY menggunakan cahaya dari ponsel mereka untuk menciptakan visual yang menyerupai warna Golden, album solo Jungkook.
Jungkook mengakui keindahan pemandangan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penggemar karena memilih merayakan ulang tahunnya bersama dirinya.
Momen ini memperlihatkan salah satu kekuatan terbesar konser BTS: interaksi antara artis dan penonton sering kali menjadi bagian dari pertunjukan itu sendiri.
Jungkook Bahkan Memberikan Mahkotanya kepada Seorang Fan
Perayaan ulang tahun Jungkook juga menghasilkan momen yang jauh lebih personal.
Dalam salah satu interaksi dengan penonton, Jungkook memberikan mahkota yang dikenakannya kepada seorang penggemar pengguna kursi roda.
Momen tersebut kemudian menyebar luas di komunitas penggemar dan menjadi salah satu cerita human-interest dari konser Los Angeles.
Di tengah produksi konser yang sangat besar, kejadian sederhana seperti ini justru menjadi salah satu momen yang paling mudah diingat.
Surprise Song: BTS Menghidupkan Kembali “Love Maze”
Jika ada satu hal yang membuat ARMY terus penasaran sepanjang ARIRANG World Tour, jawabannya adalah surprise songs.
Konsepnya sederhana: setelah rangkaian utama konser dan lagu-lagu encore, BTS menyediakan slot untuk lagu kejutan dari katalog mereka.
Dan pada malam kedua di Los Angeles, kejutan tersebut benar-benar membuat penggemar lama bernostalgia.
BTS membawakan “Love Maze”, lagu dari album Love Yourself: Tear, untuk pertama kalinya sejak 2019.
Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu pembicaraan utama mengenai konser 2 September.
Selain “Love Maze”, malam kedua juga menghadirkan “Silver Spoon” (뱁새) sebagai bagian dari segmen kejutan.
Bagi ARMY generasi lama, kemunculan kembali “Love Maze” bukan sekadar tambahan setlist.
Itu adalah perjalanan kembali ke salah satu periode penting dalam sejarah BTS.
Malam Pertama Juga Membawa “Boy In Luv” dan “Magic Shop”
Pada konser 1 September, dua lagu kejutan yang dipilih adalah:
Boy In Luv
Magic Shop
Keduanya muncul setelah “Dynamite” dalam bagian encore.
Jika dilihat secara keseluruhan, pola ini menjadi salah satu strategi menarik dalam ARIRANG World Tour.
Struktur utama konser relatif konsisten, tetapi lagu kejutan membuat setiap malam tetap memiliki identitas tersendiri.
Dengan kata lain, ARMY yang menghadiri empat malam berbeda tetap memiliki alasan untuk membicarakan pengalaman mereka masing-masing.
Setlist ARIRANG Membawa BTS dari Era Baru hingga Lagu-Lagu Legendaris
Pertunjukan utama BTS di Los Angeles tetap berpusat pada materi dari album ARIRANG, tetapi disusun bersama lagu-lagu dari berbagai periode karier mereka.
Setlist yang tercatat pada malam pertama mencakup:
Hooligan → Aliens → Run BTS → they don't know 'bout us → Like Animals → FAKE LOVE → SWIM → Merry Go Round → 2.0 → NORMAL → Not Today → MIC Drop → FYA → Fire → Body to Body → IDOL
Kemudian konser bergerak menuju encore dengan:
Come Over → Butter → Dynamite, sebelum masuk ke lagu kejutan dan penutup Please serta Into the Sun.
Struktur tersebut memperlihatkan bagaimana ARIRANG mencoba menghubungkan identitas BTS saat ini dengan katalog lama yang telah membentuk perjalanan mereka.
“Body to Body” Menjadi Salah Satu Pernyataan Budaya Terkuat
Salah satu bagian paling menarik dari konser adalah “Body to Body.”
Lagu tersebut menggunakan elemen dari lagu rakyat Korea “Arirang”, yang sekaligus menjadi nama album dan tur dunia BTS.
Di tengah panggung stadion Amerika Serikat, BTS membawa referensi budaya Korea ke dalam produksi pop berskala global.
L.A. Times mencatat bagaimana unsur tradisional Korea ditampilkan melalui visual besar di layar, termasuk gambaran perempuan dalam pakaian tradisional Korea.
Yang menarik, penonton yang hadir bukan hanya berasal dari komunitas Korea atau penggemar K-pop.
ARMY di Los Angeles datang dari berbagai latar belakang, usia, dan generasi.
Dan ketika lagu tersebut dimainkan, referensi Korea yang sangat spesifik itu justru diterima oleh penonton global.
Itulah salah satu alasan mengapa ARIRANG terasa lebih dari sekadar album comeback.
Los Angeles dan BTS Memang Memiliki Sejarah Panjang
Ada alasan mengapa Los Angeles terasa berbeda bagi BTS.
Kota ini bukan sekadar lokasi konser.
BTS memiliki sejarah panjang dengan Los Angeles, termasuk perjalanan mereka pada masa awal karier dan berbagai aktivitas musik serta budaya selama bertahun-tahun.
Beberapa proyek penting BTS juga memiliki hubungan dengan kota ini.
Menurut laporan Forbes, anggota BTS bahkan menghabiskan waktu berbulan-bulan di Los Angeles untuk mengerjakan album ARIRANG. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari cerita di balik dokumenter Netflix BTS: The Return.
Karena itu, ketika mereka akhirnya kembali ke SoFi Stadium, ada rasa “pulang” yang cukup kuat.
V secara khusus berbicara tentang pengalaman rekaman ARIRANG di Los Angeles dan mengatakan bahwa dirinya sangat merindukan ARMY di kota tersebut.
Ada Juga Momen yang Membuat ARMY Tegang
Tidak semua momen viral dari konser bersifat emosional atau menyenangkan.
Pada malam kedua, muncul laporan bahwa Jin terlihat terkena air yang diarahkan dari area penonton ketika “FAKE LOVE” berlangsung.
Momen tersebut membuat sebagian penggemar mempertanyakan tindakan penonton yang berada di sekitar area tersebut.
Kejadian seperti ini juga menjadi pengingat bahwa konser stadion dengan puluhan ribu orang membutuhkan kesadaran tinggi dari seluruh penonton.
ARMY datang untuk menikmati pertunjukan, tetapi keamanan artis dan sesama penonton tetap harus menjadi prioritas.
Son Heung-min Juga Muncul di Tengah Konser
Los Angeles kemudian memberikan kejutan lain.
Bintang sepak bola Korea Selatan Son Heung-min, yang bermain untuk LAFC, terlihat hadir dalam salah satu konser BTS di SoFi Stadium.
Ketika wajahnya muncul di layar besar stadion, Son memberikan gestur khas perayaan golnya.
Momen singkat tersebut langsung mendapatkan respons keras dari penonton dan kemudian beredar di media sosial.
Pertemuan dua ikon Korea di Los Angeles—BTS dari industri musik dan Son Heung-min dari dunia sepak bola—menjadi simbol menarik tentang bagaimana budaya Korea telah memiliki jangkauan global yang sangat besar.
Empat Malam, Satu Kota, Satu Fenomena
Empat konser BTS di Los Angeles berlangsung pada:
MalamTanggalHighlightNight 11 September 2026Ulang tahun Jungkook ke-29, fan project “Golden”, Boy In Luv & Magic ShopNight 22 September 2026“Love Maze” kembali setelah 2019, Silver SpoonNight 35 September 2026HOME menjadi tour debut, Pied PiperNight 46 September 2026Penutup rangkaian Los Angeles
Data setlist menunjukkan bahwa malam ketiga menghadirkan “HOME” untuk pertama kalinya dalam tur dan “Pied Piper” sebagai lagu kejutan.
Sementara itu, konser terakhir dijadwalkan pada 6 September pukul 20.00 waktu Los Angeles dan menjadi pertunjukan penutup rangkaian BTS di kota tersebut.
ARIRANG di Los Angeles Bukan Sekadar Comeback
Bila melihat keseluruhan rangkaian, ada tiga lapisan yang membuat konser Los Angeles begitu penting.
Pertama, ini adalah reuni BTS dengan ARMY setelah masa wajib militer seluruh anggota.
Kedua, ini merupakan perayaan album ARIRANG, sebuah karya yang mencoba membawa identitas Korea ke dalam format pop stadium berskala global.
Dan ketiga, Los Angeles menjadi titik pertemuan antara sejarah lama BTS dan era baru mereka.
Ada lagu-lagu dari masa lalu.
Ada lagu baru.
Ada Jungkook yang merayakan ulang tahun di panggung.
Ada ARMY yang membuat SoFi Stadium berubah menjadi lautan cahaya.
Ada “Love Maze” yang kembali setelah bertahun-tahun.
Ada “Body to Body” yang membawa elemen Arirang ke hadapan puluhan ribu penonton.
Dan ada sebuah kota yang secara resmi mengatakan:
BTS Week.
Dari SoFi Stadium, BTS Melanjutkan Perjalanan ARIRANG
Empat malam di Los Angeles akhirnya menutup salah satu bab penting dalam perjalanan ARIRANG World Tour di Amerika Utara.
BTS tidak hanya datang untuk memainkan lagu.
Mereka membawa kembali memori, katalog lama, musik baru, budaya Korea, dan hubungan mereka dengan ARMY yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.
Dan mungkin itulah alasan mengapa Los Angeles terasa sangat spesial.
Karena setelah bertahun-tahun, BTS kembali ke SoFi Stadium—tetapi kali ini bukan sebagai grup yang sedang mencari tempat mereka di Amerika.
Mereka kembali sebagai BTS yang sudah tahu persis siapa mereka.
Dan ARMY masih ada di sana.
Menunggu. Bernyanyi. Dan membuat SoFi Stadium kembali menjadi milik BTS.

Komentar Pilihan
Masuk untuk ikut berdiskusi dan menggunakan stiker keren.